Posted by: poetriij | July 12, 2011

Dibalik Cerita Sebuah Lagu

 

Dulu, pertama kali liat video klip ini, komentarnya: lagunya enak sih, sayangnya yang nyanyi mukanya tua-tua amat ya? Angkatan lama ini kayaknya. Tapi asik sih. Musiknya enak buat travelling. Ini video bisa keinget karna sontrek si Niko ini sih.

Hanya satu kali itu saja menonton videonya, itu pun tidak disengaja nemu.
Lama berselang,  tahun demi tahun, baik lagu maupun videonya tak pernah lagi menerpa telinga maupun mata.
Walau selalu terngiang akan scenery video musiknya.

Sampai suatu ketika lagu itu menjadi bagian dari cerita hidup.
Mungkin juga… cerita cinta?
^_____^

#sekedarbercerita

_______________________________

3 hari untuk selamanya by Floatproject
taken the clip from blindpigfilm (youtube)

 

Posted by: poetriij | June 8, 2011

“Sssttttt”

Lucu juga saat membaca blog sebuah teman yang menuliskan secuplik mengenai kehebohan yang sempat menggegerkan sebuah kantor di lantai 7 sebuah gedung di daerah perkantoran Sudirman, di awal tahun 2011 ini. Kegegeran yang disebabkan oleh sepasang Partners in Crime (in Love and Life also :P ), yang salah satunya adalah gw. Siapakah satunya lagi? Tak lain dan tak bukan adalah seorang laki-laki yang telah resmi menjadi Suami gw maret kemarin. Yap, kamilah Sang Pelaku Kegegeran itu.

Apanya yang menggegerkan?
Yang menggegerkan pada waktu itu adalah kenyataan bahwa kami berdua telah menjalin tali kasih selama 1 tahun 3 bulan, tanpa diketahui oleh pihak kantor tempat kami berdua bekerja. Yap! Kami backstreet, bukan dari keluarga, tapi dari kantor. Dan yang lebih menggegerkannya lagi, berita tentang hubungan cinta kami ini dikuak oleh kami sendiri, satu bulan…yap satu bulan sebelum kami menyelenggarakan upacara pernikahan kami. Well, setidaknya, bukan saat menyebarkan undangan sih ^___^V

Lucu bukan? Dan lebih lucu lagi saat mendapati puluhan wajah shock dan teriakan histeris sebagai respon saat mendengar kabar itu. Terlebih tentunya wajah pucat Sang Owner, saat Suami menghadap dirinya dan menceritakan kondisi kami.

[R (suami): “So, I’m asking your permission to get married this March”| K (owner): “Sure. It won’t be any problem with your situation, and I’m glad to hear that, I guess you can ask Y (manager kantor suami) about the regulation which I don’t think would be any difficult” | R: “yea, but I’m about to marry one of your staff here” | K: (shock utk sementara waktu) “ow! Really! Wow! How.. ow.. I mean.. yea?! who?” | R: (nyengir) “Putri” | K: (speechless) ]

Kalo inget saat-saat menegangkan itu, rasanya lucu, sekaligus puas, sekaligus berasa sudah menorehkan sebuah sejarah baru yang bakal dikenang hingga ribuan tahun mendatang. Setidaknya, oleh klan kami, hehe.

Bukan mau cari sensasi sih. Bukan juga mau nyaingin para selebritis yang suka sok tertutup soal memacari dan dipacari siapa. Hanya saja, kebetulan sekali, demi profesionalisme, kami memutuskan untuk menutupi hubungan ini dari sergapan Pers Kantor a.k.a. Tukang Gosip Kantor yang artinya…. seluruh penghuni kantor (karena semua tukang gossip, red.) hihihi.

Sebenarnya sih, kami berdua berada di perusahaan berbeda (hingga bulan ini, sebelum Suami secara resmi ditransfer ke perusahaan tempat gw bekerja), hanya saja ownernya sama dan kebetulan sekali instead of menempatkan dirinya di Bandung, tempat dimana kantornya berpijak, divisi online store tempat Suami ditempatkan itu ditanam di sebuah pojokan di kantor gw. Jadi, secara manajemen, memang seharusnya berbeda memang, hanya saja toh lingkup kerja kami sama, itu itu juga. Maka dari itu, kami pun sepakat, dari awal pacaran untuk tidak mengumumkan apapun mengenai hubungan ini, demi profesionalisme kerja. Lucunya, status misterius itu sudah diusung kami sejak masa “Pe-De-Ka-Te” dulu, tanpa ada statement khusus diantara kami, hihihi. Seakan memang ada persetujuan batin diantara kami berdua untuk menjaga baik-baik hubungan ini.

Well, anyway, menyimpan rahasia hubungan ini hingga begitu lama, memang tidak mudah, tapi karena niatannya mungkin baik, ya… kami pun sanggup saja, toh kami bukan bermaksud menyembunyikannya karena maksiat, tapi semata-mata agar tidak mengganggu suasana bekerja di kantor.

Benar kata seorang teman baik yang menanggapi rahasia hubungan kami ini dengan bijak, “gak salah kok keputusan mereka itu, kan gak ada yang tau apa yang akan terjadi di depan. Walau memang sudah berkomitment untuk ke jenjang berikutnya, mana tau kalau ada masalah di tengah jalan dan mereka harus pisah. Olok-olokan yang akan mereka terima nanti, bisa saja menyakiti salah satu dari mereka dan menjadikan mereka sulit bergerak di kantor.” (kurang lebih seperti itu lah :D )

Well, anyway, sekarang, hubungan kami sudah bukan misteri lagi, bukan sebuah rahasia yang harus ditanggung oleh kami berdua. Gak perlu lagi merasa deg-deg-an saat kencan ke mall ato tempat nongkrong lainnya, takut ketahuan oleh orang kantor, huehehehe…..

1 tahun 8 bulan hubungan ini sudah berlangsung, dan hampir memasuki bulan ketiganya dalam kehidupan pernikahan… *cengir* dan sudah begitu banyak cerita untuk diwariskan, walau belum menemukan waktu tepat untuk membukukannya *ckikik*

doakan kami langgeng sampai di akhirat ya pals! ^_______^V

the wedding, March 13th, 2011

#sekedarbercerita

Cheers.

______________________

Posted by: poetriij | July 15, 2010

Vanilla Twilight

The stars lean down to kiss you
And I lie awake and miss you
Pour me a heavy dose of atmosphere

‘Cause I’ll doze off safe and soundly
But I’ll miss your arms around me
I’d send a postcard to you, dear
‘Cause I wish you were here

I’ll watch the night turn light-blue
But it’s not the same without you
Because it takes two to whisper quietly

The silence isn’t so bad
‘Til I look at my hands and feel sad
‘Cause the spaces between my fingers
Are right where yours fit perfectly

I’ll find repose in new ways
Though I haven’t slept in two days
‘Cause cold nostalgia
Chills me to the bone

But drenched in vanilla twilight
I’ll sit on the front porch all night
Waist-deep in thought because
When I think of you I don’t feel so alone

I don’t feel so alone, I don’t feel so alone

As many times as I blink
I’ll think of you tonight
I’ll think of you tonight

When violet eyes get brighter
And heavy wings grow lighter
I’ll taste the sky and feel alive again

And I’ll forget the world that I knew
But I swear I won’t forget you
Oh, if my voice could reach
Back through the past
I’d whisper in your ear
Oh darling, I wish you were here

@owlcity

___________________________

I did cry, over and over,  repeating this song in my head for the past 3 days. It felt so damn sad and desperate knowing that you’re about an inch away to lose someone you dearly love for some stupidity you’d done. Things you didn’t even mean to do, but just happened unconciously. Pretty miserable to hurt someone that too precious to have lived in your heart. And it surely hurts when you can only stare at the spaces between your fingers, and find nothing but emptiness.

Enough. I quit being a selfish bitch. Resignation letter is officially written and approved.
So long Bitch!! Don’t even want to smell your skin.

Posted by: poetriij | July 6, 2010

mumble

not in the good mood for today, pretty hate it actually.
wish it would be over soon.
or at least, let me be in my bedroom soon, laying down, staring at the ceiling, and get the sweetest treatment from the lovely one.
huumm :(
please be running dear ticking clock….

Posted by: poetriij | July 5, 2010

manis

“Rasanya seperti apa?”

Aku memiringkan kepala sejenak, berusaha memetakan rasa yang muncul. Kujilat sedikit bibir atasku dengan ujung lidah untuk semakin menegaskan rasa yang tersisa.

“Manis.” ujarku perlahan, hampir berbisik.

“Manis?” Ia mengulangi kata itu.

Mendadak rasa hangat menjalari wajahku, membuatnya memburatkan warna merah. Aku mengangguk pelan, sedikit menunduk, menjauh dari selidik sepasang mata teduh dihadapanku.

“Lembut,” suara itu terdengar hampir lirih, dan aku baru menyadari kalau suara itu adalah suaraku.

“Lembut juga?” Ia kembali mengulang, dengan nada setengah tertawa. “Enak gak?”

Kali ini, aku memberanikan diri menatap kedua mata itu, “iyaaaa!!” rengekku merasa kesal dipermainkan.

Ia tertawa. Begitu renyah.

“Jadi, mau lagi?” Ia menaikturunkan kedua alis tebalnya, dengan jenaka.

Kedua bibirku bertambah panjang 2 senti mendengarnya.

Ia masih tertawa dan tanpa menunggu jawabanku, menyeretku pelan menuju gerai es krim tersohor yang konon kabarnya hanya menggunakan bahan-bahan impor.

“Nah, sekarang mau yang rasa apa?” dan senyum itu kembali mengembang, begitu lebar.

^___________^

_______________________________

Posted by: poetriij | June 30, 2010

jalinan rindu

Akh,
aku mulai merindu,
Merindu pada jalinanjalinan sederhana,
Sederhana namun mampu memercikkan rasa yang rumit.

Sederhana namun rumit.
Rumit namun sederhana.

Akh,
Aku mulai merindu,
Merindu pada rasa yang perlahan menelusupi indera,
mencari sudut nyaman untuk meringkuk,
selamanya.

Aku mulai merindu,
Dan jalinanjalinan itu mulai terajut,
Perlahan.

___________________

Hwaaaa ^0^ what’s get into me????

Posted by: poetriij | June 29, 2010

kembali

ingin kembali, tanpa harus kehilangan.
tapi, mengapa harus takut kehilangan?
apa yang akan hilang?
mengapa harus hilang?
mungkinkah akan hilang?

tidak, tidak.
kembalilah, karena semua memang berawal dari sini.
tak perlu merasa takut kehilangan,
karena kau kembali tidak lagi sendiri.

_____________________
^______^

Posted by: poetriij | June 15, 2010

first!

Rasa-rasanya, sudah cukup lama tidak menulis disini, benar-benar menulis maksudnya.
Dan saat menghadapi ‘kertas’ putih ini pun, kepala ini masih belum yakin akan apa yang akan ditulis.
Puisi kah? Lagu kah? Atau sekedar cerita?

Hmm, mungkin hanya sebuah kalimat, “first time has never been the easiest thing, but anyway, there’s always first time to everything and we always have to take it so that we actually live

Yayaya, dan saya pun tengah berada di zona ‘pertama’ itu *senyum tersipu malu*

Posted by: poetriij | April 12, 2010

How Do I Love Thee (sonnet 43)

How do I love thee?
Let me count the ways.

I love thee to the depth and breadth and height my soul can reach,
when feeling out of sight for the ends of being and ideal grace.
I love thee to the level of every day’s most quiet need,
by sun and candle-light.

I love thee freely,
as men strive for right.

I love thee purely,
as they turn from praise.

I love thee with the passion put to use in my old grief,
and with my childhood’s faith.
I love thee with a love I seemed to lose,
with my lost saints.
I love thee
with the breath, smiles, tears, of all my life;

and, if God choose,
I shall but love thee better
after death.

(Elizabeth Barrett Browning)

Posted by: poetriij | March 2, 2010

rindu

memutuskan untuk beristirahat panjang sejenak dari dunia ini.
tak ada maksud lain.
terjadi begitu saja.

tidak.
tidak berhenti.
tidak akan pernah berhenti.

percikan itu tetap membuncah.
membuncah bagai kembang api di langit malam.
hanya saja, tak bersuara.

ya, tak bersuara.
diam.
menanti dalam keheningan,
berusaha menemukan gaungnya kembali.

akh,
sayang,
aku rindu.

____________________
@ suatu sudut di suatu sore hari saat rasa ini begitu menghujam

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.